You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Logo Desa TUKSONO
Logo Desa TUKSONO
TUKSONO

Kec. SENTOLO, Kab. KULON PROGO, Provinsi DI Yogyakarta

Bersih Padukuhan Kaliwiru Meriah, Warga Guyub Lestarikan Tradisi Lewat Pentas Wayang Kulit

Administrator 04 Mei 2026 Dibaca 9 Kali
Bersih Padukuhan Kaliwiru Meriah, Warga Guyub Lestarikan Tradisi Lewat Pentas Wayang Kulit

Tuksono 2/5/2026 – Masyarakat Padukuhan Kaliwiru menggelar kegiatan Bersih Padukuhan dengan penuh semangat kebersamaan dan nuansa budaya.
Rangkaian acara diawali dengan kerja bakti gotong royong membersihkan lingkungan, dilanjutkan kenduri bersama warga, dan ditutup meriah dengan pentas wayang kulit oleh Ki Geter Pramuji Widodo dari Yogyakarta.

Ketua panitia, Mubari, dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh warga, tokoh masyarakat, dan pihak-pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia juga memohon maaf apabila dalam pelaksanaan acara masih terdapat kekurangan.
“Terima kasih atas kebersamaan seluruh warga. Semoga kegiatan ini membawa manfaat dan mempererat persaudaraan. Kami juga mohon maaf apabila masih ada hal yang kurang berkenan dalam pelaksanaan acara ini,” ujarnya.

Sementara itu, Lurah Tuksono, Zainuri, memberikan apresiasi atas terselenggaranya Bersih Padukuhan Kaliwiru. Ia menyampaikan bahwa tradisi seperti gotong royong, kenduri, dan wayang kulit merupakan warisan budaya luhur yang harus terus dijaga.
“Terima kasih kepada masyarakat Kaliwiru yang telah melestarikan budaya gotong royong, kenduri, dan wayang kulit sebagai warisan budaya bangsa. Wayang kulit bukan hanya tontonan, tetapi juga tuntunan dan tatanan kehidupan. Semoga kegiatan ini menjadikan Padukuhan Kaliwiru sebagai wilayah yang berbudaya dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, L. Edi Sujatmiko dari Tim Monitoring dan Evaluasi Kalurahan Budaya Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta turut hadir dan menyampaikan apresiasi. Ia menyatakan kebahagiaannya atas terselenggaranya tradisi Bersih Dusun Kaliwiru sebagai bagian penting dari kebudayaan masyarakat.
“Upacara adat adalah bagian dari kebudayaan. Bersih dusun bukan hanya membersihkan lingkungan, tetapi juga membersihkan jiwa, merawat kehidupan, serta menjadi wujud syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa,” katanya.
Turut hadir pula Panewu Anom Sentolo yang memberikan dukungan atas pelestarian tradisi budaya di wilayah padukuhan tersebut.

Melalui kegiatan Bersih Padukuhan ini, masyarakat Kaliwiru menunjukkan semangat kebersamaan, kepedulian terhadap lingkungan, sekaligus komitmen menjaga tradisi leluhur agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman

Tuksono 2/5/2026 – Masyarakat Padukuhan Kaliwiru menggelar kegiatan Bersih Padukuhan dengan penuh semangat kebersamaan dan nuansa budaya.
Rangkaian acara diawali dengan kerja bakti gotong royong membersihkan lingkungan, dilanjutkan kenduri bersama warga, dan ditutup meriah dengan pentas wayang kulit oleh Ki Geter Pramuji Widodo dari Yogyakarta.

Ketua panitia, Mubari, dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh warga, tokoh masyarakat, dan pihak-pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia juga memohon maaf apabila dalam pelaksanaan acara masih terdapat kekurangan.
“Terima kasih atas kebersamaan seluruh warga. Semoga kegiatan ini membawa manfaat dan mempererat persaudaraan. Kami juga mohon maaf apabila masih ada hal yang kurang berkenan dalam pelaksanaan acara ini,” ujarnya.

Sementara itu, Lurah Tuksono, Zainuri, memberikan apresiasi atas terselenggaranya Bersih Padukuhan Kaliwiru. Ia menyampaikan bahwa tradisi seperti gotong royong, kenduri, dan wayang kulit merupakan warisan budaya luhur yang harus terus dijaga.
“Terima kasih kepada masyarakat Kaliwiru yang telah melestarikan budaya gotong royong, kenduri, dan wayang kulit sebagai warisan budaya bangsa. Wayang kulit bukan hanya tontonan, tetapi juga tuntunan dan tatanan kehidupan. Semoga kegiatan ini menjadikan Padukuhan Kaliwiru sebagai wilayah yang berbudaya dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, L. Edi Sujatmiko dari Tim Monitoring dan Evaluasi Kalurahan Budaya Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta turut hadir dan menyampaikan apresiasi. Ia menyatakan kebahagiaannya atas terselenggaranya tradisi Bersih Dusun Kaliwiru sebagai bagian penting dari kebudayaan masyarakat.
“Upacara adat adalah bagian dari kebudayaan. Bersih dusun bukan hanya membersihkan lingkungan, tetapi juga membersihkan jiwa, merawat kehidupan, serta menjadi wujud syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa,” katanya.
Turut hadir pula Panewu Anom Sentolo yang memberikan dukungan atas pelestarian tradisi budaya di wilayah padukuhan tersebut.

Melalui kegiatan Bersih Padukuhan ini, masyarakat Kaliwiru menunjukkan semangat kebersamaan, kepedulian terhadap lingkungan, sekaligus komitmen menjaga tradisi leluhur agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman

Bagikan Artikel Ini
Beri Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin
CAPTCHA Image

APBDes 2026 Pelaksanaan

APBDes 2026 Pendapatan

APBDes 2026 Pembelanjaan