Tuksono, Senin 05 Mei 2026 — Kantor Pertanahan Kabupaten Kulon Progo menyelenggarakan kegiatan penyuluhan penanganan akses reforma agraria sebagai upaya meningkatkan pemahaman dan pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan sumber daya agraria.
Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan dari Kantor Pertanahan Kabupaten Kulon Progo, yakni Kepala Seksi Penataan dan Pemberdayaan, Bapak Kholid Gunarso, A.Ptnh., serta Lurah Tuksono bersama jajaran Pamong Kalurahan Tuksono.
Dalam sambutannya, Lurah Tuksono menyampaikan pentingnya kegiatan ini sebagai langkah strategis dalam mendukung kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan akses reforma agraria secara optimal.
Sementara itu, dalam sambutannya, Bapak Kholid Gunarso menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat yang didukung oleh tenaga pendukung profesional. Tahapan awal yang dilakukan adalah pemetaan sosial dengan melibatkan 200 responden atau subyek, termasuk di dalamnya 50 orang difabel. Hal ini dilakukan untuk memastikan program yang dijalankan tepat sasaran dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.
Acara dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh tenaga pendukung yang membahas berbagai sektor pengembangan ekonomi masyarakat, antara lain bidang pertanian, usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), pengolahan tahu, serta kerajinan. Materi yang disampaikan diharapkan mampu membuka wawasan serta memberikan motivasi bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha berbasis potensi lokal.Tuksono, Senin 05 Mei 2026 — Kantor Pertanahan Kabupaten Kulon Progo menyelenggarakan kegiatan penyuluhan penanganan akses reforma agraria sebagai upaya meningkatkan pemahaman dan pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan sumber daya agraria.
Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan dari Kantor Pertanahan Kabupaten Kulon Progo, yakni Kepala Seksi Penataan dan Pemberdayaan, Bapak Kholid Gunarso, A.Ptnh., serta Lurah Tuksono bersama jajaran Pamong Kalurahan Tuksono.
Dalam sambutannya, Lurah Tuksono menyampaikan pentingnya kegiatan ini sebagai langkah strategis dalam mendukung kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan akses reforma agraria secara optimal.
Sementara itu, dalam sambutannya, Bapak Kholid Gunarso menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat yang didukung oleh tenaga pendukung profesional. Tahapan awal yang dilakukan adalah pemetaan sosial dengan melibatkan 200 responden atau subyek, termasuk di dalamnya 50 orang difabel. Hal ini dilakukan untuk memastikan program yang dijalankan tepat sasaran dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.
Acara dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh tenaga pendukung yang membahas berbagai sektor pengembangan ekonomi masyarakat, antara lain bidang pertanian, usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), pengolahan tahu, serta kerajinan. Materi yang disampaikan diharapkan mampu membuka wawasan serta memberikan motivasi bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha berbasis potensi lokal.