Tuksono, 22-23 November 2025- Kegiatan Pembinaan Lembaga Kemasyarakatan Kalurahan (LKK) Kalurahan Tuksono Tahun 2025 berlangsung sukses dan penuh antusiasme. Acara diselenggarakan di Balai Budaya Tuksono dengan melibatkan perwakilan unsur kelembagaan dan masyarakat. Agenda ini bertujuan memperkuat kapasitas kelembagaan dalam kesiapsiagaan menghadapi bencana, sejalan dengan meningkatnya ancaman bencana berbasis cuaca ekstrem dan kerentanan wilayah.
Acara dibuka dengan khidmat melalui menyanyikan Lagu Indonesia Raya. Hadirin terdiri dari unsur LKK meliputi perwakilan LPMK, RT, RW, PKK, RTS, Linmas, Posyandu, Karang Taruna, KSB, dan KDMP, yang menunjukkan komitmen kuat seluruh elemen masyarakat dalam membangun tata kelola penanganan bencana yang terpadu.
Dalam sambutannya, Lurah Tuksono menyampaikan bahwa pembinaan LKK tahun 2025 difokuskan pada peningkatan kesiapsiagaan penanganan bencana. Kesiapsiagaan perlu dibangun tidak hanya pada tataran pengetahuan, namun juga implementasi di masyarakat melalui kolaborasi antar lembaga kemasyarakatan. Oleh karena itu, Kalurahan Tuksono menghadirkan narasumber dari BPBD Kulon Progo untuk memperkaya pemahaman teknis serta strategi mitigasi bencana.
Panewu Sentolo turut memberikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan ini. Beliau menegaskan bahwa kesiapsiagaan kebencanaan merupakan tanggung jawab kolektif. Pelatihan dan pembinaan seperti ini perlu dilakukan secara berkelanjutan agar pengetahuan yang diterima tidak hanya berhenti di forum, tetapi juga diaplikasikan secara nyata di tengah masyarakat. Keterlibatan seluruh unsur kelembagaan dinilai menjadi kunci untuk memperkuat sinergi dalam upaya pengurangan risiko bencana.
Pemateri dari BPBD Kabupaten Kulon Progo, Andri Aryanto, menekankan bahwa bencana merupakan tanggung jawab bersama, tidak hanya pemerintah tetapi juga masyarakat, swasta, dunia usaha, dan media. Kolaborasi multipihak atau pentahelix menjadi fondasi dalam membangun ketangguhan wilayah dalam menghadapi bencana.
Beliau mengajak masyarakat untuk mampu memetakan potensi bencana di wilayah masing-masing, sehingga risiko dapat ditekan secara efektif. Salah satu fokus pembahasan adalah ancaman cuaca ekstrem yang semakin sering terjadi dan pentingnya mitigasi bencana sebagai langkah pencegahan kerugian, baik materiil maupun non-materiil.
Menguatkan pesan tersebut, Sunardi menyampaikan bahwa ketangguhan bencana sudah menjadi visi Kalurahan Tuksono. Upaya ini dilakukan melalui beberapa strategi, yaitu:
Pengurangan risiko bencana
Identifikasi ancaman dan kerentanan bencana
Pemetaan berbasis wilayah
Penguatan kapasitas kelembagaan
Pemulihan pasca bencana yang cepat dan efektif
Dengan strategi tersebut, diharapkan setiap unsur masyarakat dapat memahami perannya dalam siklus kebencanaan, mulai dari pencegahan hingga pemulihan.
Kegiatan Pembinaan LKK Kalurahan Tuksono Tahun 2025 menjadi momentum penting dalam memperkuat kesiapan masyarakat menghadapi potensi bencana. Sinergi lembaga kemasyarakatan, pemerintahan kalurahan, dan instansi kebencanaan diharapkan mampu menciptakan masyarakat yang tangguh, responsif, dan siap siaga.
Melalui kegiatan ini, Kalurahan Tuksono menegaskan komitmennya untuk menjadi wilayah yang tangguh bencana, selaras dengan visi pembangunan yang aman, berdaya, dan berkelanjutan.