
Tuksono, Sentolo — Balai Budaya Kalurahan Tuksono, Kapanewon Sentolo, Kamis malam (14/8), menjadi pusat kebersamaan warga. Dalam suasana khidmat namun hangat, Malam Tirakatan digelar menyongsong Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia. Acara ini dihadiri Lurah, Pamong kalurahan, anggota Badan Permusyawaratan Kalurahan (Bamuskal), PKK, tokoh masyarakat, dan warga sekitar.
Sebelum acara inti, digelar Lomba Tumpeng yang diikuti 12 padukuhan se-Kalurahan Tuksono. Aneka tumpeng kreasi warga memenuhi meja di aula Balai Budaya, memamerkan kerapian, warna, dan cita rasa yang memikat. Aroma nasi kuning dan lauk-pauk tradisional mengiringi canda tawa peserta.
Ketua panitia dalam sambutannya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya. “Terima kasih atas partisipasi dan semangat seluruh warga. Tanpa kebersamaan, acara ini tidak akan berjalan meriah seperti malam ini,” ujarnya.
Lurah Tuksono kemudian membacakan sambutan Bupati Kulon Progo. Dalam pesannya, Bupati mengucapkan terima kasih atas dukungan warga dalam setiap kegiatan desa, mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga keutuhan bangsa, memelihara semangat persatuan, dan mengenang jasa para pahlawan yang telah memperjuangkan kemerdekaan. Sambutan tersebut menjadi pengingat bahwa kemerdekaan adalah warisan yang harus dijaga bersama.
Acara ditutup dengan doa bersama, memohon keselamatan, kemajuan, dan keberkahan bagi bangsa serta Kalurahan Tuksono. Setelah doa, warga menikmati tumpeng, dan bercengkerama dalam suasana kekeluargaan yang hangat.
Malam Tirakatan ini menjadi bukti bahwa di Tuksono, kemerdekaan bukan hanya dirayakan, tetapi juga dihayati—dengan kebersamaan, rasa syukur, dan semangat persatuan yang tak lekang oleh waktu.


