You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Loading...
Logo Kalurahan TUKSONO
Kalurahan TUKSONO

Kap. SENTOLO, Kab. KULON PROGO, Provinsi DI Yogyakarta

Baritan Padukuhan Gunung Duk, Tradisi Kenduri Ageng sebagai Wujud Syukur dan Pelestarian Budaya

Administrator 04 Agustus 2025 Dibaca 38 Kali
 Baritan Padukuhan Gunung Duk, Tradisi Kenduri Ageng sebagai Wujud Syukur dan Pelestarian Budaya

Pada Minggu pagi, 3 Agustus 2025, Padukuhan Gunung Duk, Kalurahan Tuksono, Sentolo, Kulon Progo, kembali menggelar salah satu tradisi leluhur yang penuh makna, yaitu upacara adat Baritan. Acara ini dipusatkan di area Sendang Klampok dan ditandai dengan prosesi Kenduri Ageng yang diikuti oleh seluruh warga padukuhan gunung duk RW 17.
Upacara ini merupakan wujud syukur atas limpahan rezeki, keselamatan, dan keberkahan yang telah diberikan oleh Tuhan. Kehadiran para tokoh penting dalam acara ini menegaskan dukungan dan komitmen untuk melestarikan budaya. Turut hadir Bapak Lurah Tuksono, Pamong Kalurahan Tuksono, Ketua Badan Permusyawaratan Kalurahan (Bamuskal) Tuksono, Ketua Kalurahan Mandiri Budaya Tuksono, Pendamping Budaya kalurahan Tuksono, kaum rois Padukuhan Gunung Duk, serta seluruh warga Padukuhan Gunung Duk.
Acara diawali dengan sambutan hangat dari Bapak Dukuh Gunung Duk yang menyampaikan ucapan selamat datang dan rasa terima kasihnya atas kehadiran para tamu undangan serta seluruh warga. Selanjutnya, Bapak Lurah Tuksono memberikan sambutan, Beliau mengungkapkan rasa bangga dan bahagianya karena upacara adat Baritan ini masih terus dilaksanakan. Dalam sambutannya, Bapak Lurah menekankan pentingnya "nguri-uri budaya Jawa" atau melestarikan budaya Jawa sebagai identitas dan warisan tak ternilai.
Inti dari upacara Kenduri Ageng adalah pembacaan hajat atau harapan dari seluruh warga Padukuhan Gunung Duk. Pembacaan hajat warga diwakili Bapak Jumari HS. Setelah itu, dilanjutkan dengan pembacaan tahlil dan doa bersama yang dipimpin oleh kaum rois, memohon agar segala hajat dan harapan dikabulkan, serta seluruh warga senantiasa diberi keselamatan dan kesejahteraan. 
Upacara adat Baritan di Padukuhan Gunung Duk ini bukan hanya sekadar seremonial. Di dalamnya terkandung nilai-nilai luhur seperti kebersamaan, gotong royong, dan rasa syukur. Tradisi ini menjadi pengikat yang mempererat tali silaturahmi antarwarga serta menjadi jembatan antara masa lalu, masa kini, dan masa depan, memastikan bahwa kekayaan budaya leluhur tetap hidup dan lestari.

(Lentera, Diah Nursafitri)

Beri Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin
CAPTCHA Image