
Tuksono, Sentolo — Semangat kemerdekaan menyala di setiap sudut Kalurahan Tuksono, Kapanewon Sentolo. Menyongsong Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia, 12 padukuhan di wilayah ini kompak memoles wajah gardu ronda mereka menjadi lebih cantik, lengkap, dan bersih. Bukan sekadar tempat jaga malam, gardu ronda kini menjelma menjadi etalase kreativitas warga.
Lomba merias gardu ronda ini menjadi ajang unjuk gigi kreativitas dan gotong royong. Setiap padukuhan menampilkan ciri khas masing-masing—ada yang menghiasi dinding dengan moral perjuangan, memasang bendera merah putih berkibar gagah, hingga melengkapi fasilitas keamanan dan kebersihan yang serba rapi.
“Kriteria penilaiannya jelas: keindahan, kelengkapan, dan kebersihan. Tapi yang tak kalah penting adalah jiwa kebersamaan,” ujar salah satu panitia sambil memeriksa daftar kelengkapan Gardu.
Warga tampak antusias, dari remaja hingga sesepuh kampung ikut turun tangan. Ada yang memaku papan nama baru, mengecat tiang, hingga menata pot bunga di sudut gardu. Suara tawa dan canda menyatu dengan dentingan palu dan aroma cat yang masih segar.
Bagi Warga Tuksono, lomba ini bukan sekadar kompetisi, melainkan bentuk penghormatan pada nilai-nilai kemerdekaan: persatuan, kerja sama, dan rasa memiliki terhadap lingkungan. Gardu ronda yang biasanya menjadi tempat berkumpul para penjaga malam, kini tampil bak panggung utama yang siap menyambut tamu agung—HUT ke-80 Republik Indonesia.
Puncak penilaian akan digelar beberapa hari jelang perayaan kemerdekaan. Siapa pun pemenangnya, semangat dan kekompakan warga Tuksono sudah menjadi juara di hati masing-masing.

