You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Logo Desa TUKSONO
Logo Desa TUKSONO
TUKSONO

Kec. SENTOLO, Kab. KULON PROGO, Provinsi DI Yogyakarta

Merawat Tradisi, Menghidupkan Budaya: Paguyuban Ketoprak Tunas Budaya Bulak Tuksono Rayakan HUT ke-41

Administrator 17 Agustus 2026 Dibaca 3 Kali

TUKSONO 17/08/2026 — Paguyuban Ketoprak Tunas Budaya Bulak, Kalurahan Tuksono, Kapanewon Sentolo, Kabupaten Kulon Progo, memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-41 dengan penuh semangat kebersamaan dan komitmen untuk terus melestarikan seni tradisi Jawa.

Empat dekade lebih perjalanan Paguyuban Ketoprak Tunas Budaya menjadi bukti bahwa kesenian ketoprak masih memiliki tempat penting di tengah kehidupan masyarakat. Tidak sekadar menjadi hiburan, ketoprak juga menjadi ruang untuk merawat nilai-nilai budaya, kebersamaan, serta kearifan lokal yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Ketua Panitia sekaligus Dukuh Bulak, Tyo Hermawan, dalam kesempatan tersebut menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya peringatan HUT ke-41 Paguyuban Ketoprak Tunas Budaya.

“Atas nama panitia, kami mengucapkan terima kasih atas dukungan dan partisipasi semua pihak. Kami juga memohon maaf apabila dalam pelaksanaan kegiatan masih terdapat kekurangan,” ungkapnya.

Tyo berharap perjalanan panjang Paguyuban Ketoprak Tunas Budaya dapat terus berlanjut. Menurutnya, keberadaan paguyuban merupakan bagian penting dalam menjaga eksistensi seni tradisional di tengah perkembangan zaman.
Ia berharap Paguyuban Ketoprak Tunas Budaya tetap eksis, semakin solid, serta mampu menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengenal, mencintai, dan meneruskan seni ketoprak sebagai bagian dari warisan budaya Jawa.

Sementara itu, Lurah Tuksono, Zainuri, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas undangan serta kiprah Paguyuban Ketoprak Tunas Budaya selama ini.
Menurutnya, seni ketoprak merupakan salah satu kekayaan adat dan tradisi Jawa yang perlu terus dijaga keberadaannya. Di tengah perubahan zaman dan perkembangan teknologi, pelestarian kesenian tradisional membutuhkan komitmen bersama dari masyarakat.
“Terima kasih atas undangannya. Semoga Paguyuban Ketoprak Tunas Budaya semakin maju dan terus melestarikan adat serta tradisi Jawa,” ujarnya.
Peringatan HUT ke-41 ini sekaligus menjadi momentum untuk meneguhkan kembali semangat pelestarian budaya di Kalurahan Tuksono. Ketoprak tidak hanya menjadi panggung pertunjukan, tetapi juga menjadi ruang bertemunya masyarakat, tempat tumbuhnya kreativitas, dan sarana mempererat hubungan antargenerasi.

Empat puluh satu tahun bukan sekadar angka. Ia merupakan catatan panjang tentang kesetiaan para pelaku seni dalam menjaga warisan budaya. Dari panggung sederhana di tengah masyarakat, Paguyuban Ketoprak Tunas Budaya terus menanamkan pesan bahwa tradisi akan tetap hidup selama masih ada generasi yang mau merawat dan meneruskannya.

Tunas Budaya boleh berusia 41 tahun, tetapi semangat menjaga budaya harus terus tumbuh tanpa mengenal usia.

Bagikan Artikel Ini
Beri Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin
CAPTCHA Image

APBDes 2026 Pelaksanaan

APBDes 2026 Pendapatan

APBDes 2026 Pembelanjaan