Tuksono – Suasana semarak mewarnai Latar Momongan Padukuhan Kalisono pada Minggu Wage, 26 Juli 2026, saat digelarnya Pembukaan Pasar Tiban Selapan Pisan "Peken Tumuwuh" yang dirangkaikan dengan Peresmian Pojok Literasi Latar Momongan. Kegiatan ini menjadi momentum untuk menghidupkan potensi ekonomi lokal sekaligus memperkuat budaya literasi di tengah masyarakat.
Acara diawali dengan Jalan Sehat Explore Kalisono bersama komunitas Katapgama Thimik-Thimik yang diikuti oleh warga dari berbagai kalangan. Peserta diajak menikmati suasana pedesaan Kalisono sambil mengenal potensi alam, budaya, dan hasil bumi yang dimiliki padukuhan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut KRT Projo Purwanto, S.Sn (Tim Monitoring dan Evaluasi Kalurahan Budaya Dinas Kebudayaan DIY), Panewu Anom Sentolo Bapak Aris Sarjono, S.H., Lurah Tuksono Bapak Zainuri, Ketua Desa Wisata Tuksono Bapak Mubari, Dukuh Kalisono Bapak Riyad, CPLA, Katapgama Thimik-Thimik, mahasiswa KKN UPN Veteran Yogyakarta, Ormawa HIMFA UMY, serta segenap warga masyarakat Kalisono.
Rangkaian acara diawali dengan sambutan dari Ketua Panitia KKN UPN Veteran Yogyakarta.
Selanjutnya, Dukuh Kalisono dalam sambutannya menyampaikan bahwa Peken Tumuwuh lahir dari semangat kebersamaan masyarakat untuk menghadirkan pasar berbasis hasil bumi lokal dengan mengusung semangat "Dol Tinuku Asil Bumi". Selain menjadi wadah pemasaran produk pertanian dan UMKM, keberadaan Pojok Literasi Latar Momongan diharapkan menjadi ruang belajar dan berkumpul bagi anak-anak maupun masyarakat.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Lurah Tuksono yang memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkolaborasi, mulai dari kelompok masyarakat, mahasiswa KKN, hingga berbagai komunitas yang turut mendukung lahirnya Peken Tumuwuh. Beliau berharap kegiatan ini dapat terus berkembang menjadi agenda rutin yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta menjadi daya tarik wisata berbasis potensi lokal.
Puncak acara ditandai dengan sambutan dari Panewu Anom Sentolo Bapak Aris Sarjono, S.H. yang sekaligus secara resmi membuka Pasar Tiban Selapan Pisan "Peken Tumuwuh" dan meresmikan Pojok Literasi Latar Momongan. Dalam sambutannya, beliau mengapresiasi inovasi masyarakat Kalisono yang mampu memadukan pemberdayaan ekonomi, pelestarian budaya, dan peningkatan literasi dalam satu kegiatan. Menurutnya, kolaborasi seperti ini menjadi contoh nyata pembangunan berbasis partisipasi masyarakat.
Sebagai simbol dibukanya Peken Tumuwuh, dilakukan seremonial cabut singkong, yang melambangkan tumbuhnya harapan, kemakmuran, serta kuatnya akar kebersamaan masyarakat Kalisono dalam mengembangkan potensi pertanian lokal.
Usai seremoni, rombongan tamu undangan meninjau berbagai stan UMKM produk lokal yang menawarkan aneka hasil pertanian, olahan pangan, jajanan tradisional, serta produk kreatif warga. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Jalan Sehat Explore Kalisono bersama Katapgama Thimik-Thimik yang semakin menambah kemeriahan acara.
Melalui penyelenggaraan Peken Tumuwuh, masyarakat Kalisono berharap pasar tiban selapan pisan ini dapat menjadi wadah promosi hasil bumi dan UMKM lokal, memperkuat ekonomi masyarakat, serta menjadikan Latar Momongan sebagai ruang publik yang hidup, produktif, edukatif, dan penuh kebersamaan.