You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Logo Desa TUKSONO
Logo Desa TUKSONO
TUKSONO

Kec. SENTOLO, Kab. KULON PROGO, Provinsi DI Yogyakarta

BARITAN SURAN PADUKUHAN GILING, TRADISI SYUKUR DAN PELESTARIAN BUDAYA YANG TERUS TERJAGA

Administrator 07 Juli 2026 Dibaca 3 Kali
BARITAN SURAN PADUKUHAN GILING, TRADISI SYUKUR DAN PELESTARIAN BUDAYA YANG TERUS TERJAGA

Baritan Suran Padukuhan Giling, Tradisi Syukur dan Pelestarian Budaya yang Terus Terjaga

Tuksono 25/06/2026– Suasana penuh kebersamaan dan nuansa budaya tradisional mewarnai pelaksanaan Baritan Suran Padukuhan Giling, Kalurahan Tuksono, yang digelar pada peringatan 10 Muharam.

Kegiatan yang telah menjadi tradisi turun-temurun ini kembali dilaksanakan oleh masyarakat sebagai bentuk ungkapan syukur sekaligus ikhtiar memohon keselamatan, keberkahan, dan kerukunan bagi seluruh warga.

Acara diawali dengan sambutan dari Penjabat Dukuh Giling, Jemidi, yang menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh tamu undangan dan masyarakat yang hadir. Dalam sambutannya, ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila terdapat kekurangan dalam penyelenggaraan kegiatan.

Jemidi menuturkan bahwa Baritan Suran merupakan adat dan tradisi masyarakat Padukuhan Giling yang rutin dilaksanakan setiap tanggal 10 Muharam setiap tahunnya. Tradisi tersebut menjadi bagian penting dari kehidupan sosial masyarakat yang diwariskan dari generasi ke generasi.

"Kegiatan Baritan Suran ini merupakan tradisi yang selalu kami laksanakan setiap tahun pada tanggal 10 Muharam. 

Alhamdulillah, pelaksanaan tahun ini dapat berjalan dengan lancar berkat dukungan dan kebersamaan seluruh warga," ungkapnya.

Kemeriahan acara turut mendapat perhatian dari Anggota DPRD DIY, Akhid Nuryati, yang hadir dan memberikan apresiasi kepada masyarakat Padukuhan Giling atas komitmennya dalam menjaga dan melestarikan budaya lokal.

Dalam sambutannya, Akhid Nuryati menyampaikan bahwa tradisi seperti Baritan Suran memiliki nilai penting sebagai sarana memperkuat identitas budaya, mempererat hubungan sosial, serta menjaga semangat gotong royong di tengah masyarakat.

"Kami sangat mengapresiasi masyarakat Padukuhan Giling yang terus menjaga dan melestarikan budaya warisan leluhur. Semoga kegiatan seperti ini mampu memperkuat persatuan, meningkatkan kebersamaan, dan menjadi sarana pendidikan budaya bagi generasi muda," tuturnya.

Rangkaian acara semakin semarak dengan penampilan kesenian Jathilan Kridowiromo yang berhasil menghibur masyarakat. Atraksi para penari yang penuh semangat dan iringan musik tradisional menambah khidmat sekaligus meriah suasana peringatan Baritan Suran tahun ini.

Bagi masyarakat Padukuhan Giling, Baritan Suran bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum untuk mempererat tali silaturahmi, mengenang nilai-nilai luhur warisan leluhur, serta memperkuat kebersamaan dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis. 

Melalui pelestarian tradisi dan seni budaya lokal, masyarakat berharap identitas budaya yang dimiliki Padukuhan Giling akan terus hidup dan berkembang di tengah perubahan zaman.

Baritan Suran Padukuhan Giling, Tradisi Syukur dan Pelestarian Budaya yang Terus Terjaga

Tuksono 25/06/2026– Suasana penuh kebersamaan dan nuansa budaya tradisional mewarnai pelaksanaan Baritan Suran Padukuhan Giling, Kalurahan Tuksono, yang digelar pada peringatan 10 Muharam.

Kegiatan yang telah menjadi tradisi turun-temurun ini kembali dilaksanakan oleh masyarakat sebagai bentuk ungkapan syukur sekaligus ikhtiar memohon keselamatan, keberkahan, dan kerukunan bagi seluruh warga.

Acara diawali dengan sambutan dari Penjabat Dukuh Giling, Jemidi, yang menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh tamu undangan dan masyarakat yang hadir. Dalam sambutannya, ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila terdapat kekurangan dalam penyelenggaraan kegiatan.

Jemidi menuturkan bahwa Baritan Suran merupakan adat dan tradisi masyarakat Padukuhan Giling yang rutin dilaksanakan setiap tanggal 10 Muharam setiap tahunnya. Tradisi tersebut menjadi bagian penting dari kehidupan sosial masyarakat yang diwariskan dari generasi ke generasi.

"Kegiatan Baritan Suran ini merupakan tradisi yang selalu kami laksanakan setiap tahun pada tanggal 10 Muharam. 

Alhamdulillah, pelaksanaan tahun ini dapat berjalan dengan lancar berkat dukungan dan kebersamaan seluruh warga," ungkapnya.

Kemeriahan acara turut mendapat perhatian dari Anggota DPRD DIY, Akhid Nuryati, yang hadir dan memberikan apresiasi kepada masyarakat Padukuhan Giling atas komitmennya dalam menjaga dan melestarikan budaya lokal.

Dalam sambutannya, Akhid Nuryati menyampaikan bahwa tradisi seperti Baritan Suran memiliki nilai penting sebagai sarana memperkuat identitas budaya, mempererat hubungan sosial, serta menjaga semangat gotong royong di tengah masyarakat.

"Kami sangat mengapresiasi masyarakat Padukuhan Giling yang terus menjaga dan melestarikan budaya warisan leluhur. Semoga kegiatan seperti ini mampu memperkuat persatuan, meningkatkan kebersamaan, dan menjadi sarana pendidikan budaya bagi generasi muda," tuturnya.

Rangkaian acara semakin semarak dengan penampilan kesenian Jathilan Kridowiromo yang berhasil menghibur masyarakat. Atraksi para penari yang penuh semangat dan iringan musik tradisional menambah khidmat sekaligus meriah suasana peringatan Baritan Suran tahun ini.

Bagi masyarakat Padukuhan Giling, Baritan Suran bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum untuk mempererat tali silaturahmi, mengenang nilai-nilai luhur warisan leluhur, serta memperkuat kebersamaan dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis. 

Melalui pelestarian tradisi dan seni budaya lokal, masyarakat berharap identitas budaya yang dimiliki Padukuhan Giling akan terus hidup dan berkembang di tengah perubahan zaman.

Bagikan Artikel Ini
Beri Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin
CAPTCHA Image

APBDes 2026 Pelaksanaan

APBDes 2026 Pendapatan

APBDes 2026 Pembelanjaan